Belajar Bertani

4 Jenis Pupuk Kimia yang Bantu Petani Saat Berbudidaya

Proses budidaya yang dilakukan petani hingga panen memakan waktu berbeda-beda, tergantung pada jenis komoditasnya. Belum lagi kendala cuaca dan juga hama penyakit yang rentan menyerang tanaman akan mempengaruhi proses budidaya. Namun, petani punya cara tersendiri untuk menjaga tanaman budidayanya agar tetap tumbuh sehat hingga panen. Beberapa hal wajib yang harus dilakukan adalah dengan pemberian pupuk. Pupuk sebagai sumber makanan bagi tanaman penting diberikan secara tepat, tepat takarannya dan tepat juga waktunya. Bila kurang atau berlebih, akan mengganggu proses tumbuh dari tanaman tersebut. Lalu pupuk kimia apa saja yang selalu digunakan petani untuk membantu proses budidayanya? Yuk, simak di ulasan berikut ini!

Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium)

Unsur zat yang dibutuhkan tanaman pada pupuk kimia NPK ini sangat lengkap. Bagaimana tidak, selain mengandung Nitrogen (N), pupuk ini juga mengandung Phosphor (P) dan Kalium (K). Ketiganya memiliki peran yang berbeda, seperti:

  • Unsur Nitrogen (N) berfungsi menjadikan tanaman lebih hijau, pertumbuhan menjadi lebih cepat, serta meningkatkan kandungan protein pada hasil panen. 
  • Unsur Phosphor (P) berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar, perkembangan jaringan, meransang pembentukan bunga dan pematangan buah, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. 
  • Unsur Kalium (K) berfungsi membantu proses metabolisme tanaman, penyerapan air dan hara dalam tanah, dan bantu menyalurkan hasil asimilasi dari daun ke seluruh jaringan tanaman.

Pupuk NPK yang paling sering ditemukan di pasaran adalah NPK Mutiara, NPK Pelangi, dan NPK Phonska. Khusus untuk jenis NPK Phonska tidak dijual bebas, dan didistribusikan langsung ke petani yang tergabung dalam kelompok tani. Karena pupuk NPK Phonska merupakan salah satu pupuk kimia yang disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya jadi jauh lebih murah. Pupuk NPK bisa digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.

Pupuk Urea (Amonium Carbamide)

Jenis pupuk ini termasuk pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Di setiap 100 kg pupuk urea mengandung 46 kg Nitrogen. Pupuk urea berbentuk kristal dengan warna putih. Ada juga yang berwarna merah muda (pink) yang merupakan subsidi dari pemerintah. Berfungsi untuk menambah zat hara di dalam tanah yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk ini juga mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh tanaman.

Pupuk ZA (Zwavelzure Amonium)

Jenis pupuk kimia ini memiliki kandungan Nitrogen yang rendah (separuh dari pupuk urea). Pupuk ZA mengandung dua unsur hara, yaitu dalam bentuk amonium sebesar 20% dan belerang sebesar 23%. Pupuk ini membutuhkan waktu yang lama untuk bisa larut dengan air. Senyawa kimianya pun lebih stabil untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Sehingga cocok dijadikan pupuk dasar tanaman. Namun pupuk ini tidak cocok digunakan pada tanah muda yang rata-rata masih asam. Pupuk ini bermanfaat menjadikan tanaman lebih sehat dan tahan terhadap hama penyakit. Selain itu, juga dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral pada hasil tanaman yang dipanen.

Pupuk SP-36 (Super Phospate)

Kandungan fosfor juga sangat diperlukan tanaman. Kode angka 36 menunjukkan kandungan fosfor pada pupuk tersebut sebanyak 36 kg di setiap 100 kg pupuk. Peranan unsur fosfor pada tanaman adalah penting untuk pertumbuhan sel; pembentukan akar halus dan rambut akar; memperbaiki kualitas tanaman; membantu pembentukan bunga, buah, dan biji; serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap penyakit. Bentuknya berupa butiran besar berwarna abu-abu. Pupuk ini bersifat mudah larut dalam air, namun reaksinya lambat. Sehingga cocok untuk dijadikan pupuk dasar.

Ke semua jenis pupuk kimia di atas dapat dengan mudah ditemukan di toko pertanian (toko tani). Toko tani merupakan toko penyedia beragam kebutuhan budidaya petani. Mulai dari kebutuhan untuk budidaya padi, hortikultura, hingga palawija. Harga yang ditawarkan untuk semua produk pertanian di toko tani juga jauh lebih murah. Ini menjadi alasan bagi CROWDE untuk kemudian bekerja sama dengan toko tani demi pemenuhan kebutuhan proyek budidaya petani. Dengan begitu, CROWDE dapat menyalurkan permodalan menggunakan sistem cashless. Nantinya, semua kebutuhan budidaya petani akan disediakan oleh toko tani. Petani jadi lebih mudah mengelola proyek budidaya apabila semua kebutuhan telah tersedia. Petani juga bisa lebih fokus menjalankan proyek budidayanya. Kalau nggak percaya, coba langsung gabung di sini!   

Baca juga: CROWDE Bermitra dengan Pupuk Kaltim untuk Dongkrak Produktivitas Petani

0 comments on “4 Jenis Pupuk Kimia yang Bantu Petani Saat Berbudidaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *