Belajar Bertani

3 Masalah dan Solusi Pada Sistem Penanaman Vertikultur

Budidaya tanaman di rumah atau lahan yang sempit sedang banyak diminati saat ini, terutama oleh masyarakat di kota-kota besar. Salah satu metode budidaya yang diminati yaitu urban farming. Konsep ini berguna merubah lahan sempit menjadi sesuatu yang bermanfaat. Metode budidaya ini juga dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Kenapa? Karena metode ini menggunakan konsep pertanian yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Selain itu, banyak sistem penanaman pada metode urban farming seperti hidroponik, aquaponik, vertikultur, dan lain sebagainya. Nah, sistem penanaman vertikultur termasuk yang paling banyak diminati. Sebab, selain cocok diterapkan di lahan sempit dan terbilang mudah, sistem ini juga tidak memerlukan biaya yang besar. Meski terbilang mudah, sistem penanaman vertikultur ini sering mengalami suatu masalah. Berikut ini beberapa contoh permasalahan yang mungkin muncul:

Hama dan penyakit mudah menyebar

Pada sistem penanaman vertikultur, jarak tanam cukup rapat, jadi hama dan penyakit yang menyerang bisa dengan cepat menyebar dan berkembang. Apalagi jika musim hujan datang, penyakit dapat cepat menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain.

Solusi untuk mengatasi hal ini bisa dengan rajin memantau tanaman Anda. Jika terdapat hama, Anda bisa mengendalikannya dengan menangkap dan membuang hama tersebut. Lalu jika ada tanaman yang sakit, Anda bisa mencabutnya atau membuangnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ke tanaman yang lain.

Mudah rusaknya media tanam

Pada sistem penanaman vertikultur, penataannya dibuat menjulang ke atas. Hal ini memungkinkan media tanam menjadi rusak yang disebabkan oleh cuaca ekstrim.

Oleh karena itu, untuk pemasangan instalasi vertikultur diperlukan ketelitian dan keterampilan yang baik. Pemilihan tempat juga harus benar-benar diperhatikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa disebabkan oleh cuaca buruk. Mungkin Anda bisa menempatkannya di tempat yang menurut Anda aman dari gangguan cuaca.  

Pemberian pupuk yang cukup sulit

Sistem penanaman vertikultur biasanya menggunakan wadah yang digunakan untuk menampung media tanam yang jumlahnya terbatas. Sehingga memungkinkan kandungan unsur hara yang terdapat pada media tanam tersebut mudah habis karena digunakan oleh tanaman untuk proses pertumbuhannya. Jika unsur hara yang ada pada media tanam tersebut habis, maka bisa dipastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat terganggu.

Oleh karena itu, untuk menambahkan unsur hara bisa dengan cara memberikan pupuk pada media tanam. Jika menggunakan sistem organik, jumlah pupuk yang digunakan tidak sedikit. Jadi mau tidak mau Anda harus membongkar seluruh vertikultur untuk dapat memberikan pupuk organik secara merata. Solusi untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu bisa dengan menggantinya dengan pupuk organik cair.

Untuk memulai budidaya tanamanan dengan sistem vertikultur, Anda perlu mempelajari beberapa hal di atas. Karena saat memulai sesuatu, perlu diimbangi dengan ilmu pengetahuan agar tidak salah langkah. Dalam dunia bisnis pertanian, informasi dalam bertani tentu sangat penting untuk Anda yang menjadi penggiat bisnis pertanian. Selain itu ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan tentang pertanian dan juga modal usaha pertaniannya. 

Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Permodalan disalurkan oleh CROWDE berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petaninya. Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi CROWDE atau langsung mengisi form berikut! Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Bagi Anda yang tertarik untuk mendukung para petani di Indonesia, mulai dari Rp100.000 Anda sudah bisa ikut serta dalam terciptanya kesejahteraan petani di Indonesia. Informasi lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

0 comments on “3 Masalah dan Solusi Pada Sistem Penanaman Vertikultur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *